I. POTENSI KELEMBAGAAN
1.Lembaga Pemerintahan
Lembaga atau institusi adalah wadah untuk mengamban tugas dan fungsi tertentu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang memiliki peran dalam mengelola dan mengatur kegiatan permerintahan dari tingkat tertinggi sampai tingkat terendah. Oleh karena itu keberadaan lembaga desa merupakan wadah untuk mengamban tugas dan fungsi permerintahan desa. Tujuan penyalenggaraan pemerintah desa adalah untuk meningkatkan kesehjahteraan masyarakat, sehingga tugas pemerintah desa adalah memberikan pelayanan (sevice) dan pemberdayaan (empowerment) serta pembangunan (devlopment) yang seluruhnya di tujukan bagi kepentingan masyarakat. Lembaga Pemerintahan di Desa Bukateja berada pada tingkat desa yang terdiri dari 3 Dusun. Pimpinan tertinggi di Desa Bukateja di pegang oleh 1 orang kepala desa dan dibantu dengan 1 sekretaris serta dibantu pula oleh tenaga kepala urusan dan staf.
Desa Bukateja membawahi 2 RW, dan 15 RT yang bertugas sebagai kepanjangan tangan dari kepala desa pada tingkat RT. Selain itu Kepala Desa di bantu oleh perangkat-perangkat desa. Seperti yang terlihat pada tabel berikut.
Caption
NAMA
|
JABATAN
|
PENDIDIKAN
|
Supendi
|
Kepala Desa
|
S1
|
Ibnu Aziz Nopiyanto
|
Sekretaris Desa
|
SLTA
|
Akidah Susiana
|
Kasi Pemerintahan
|
D1
|
Untung Edi Purnomo
|
Kasi Kesejahteraan
|
SLTA
|
Alik Hamdani
|
Kasi Pelayanan
|
SLTA
|
Khaerudin
|
Kaur Keuangan
|
S1
|
Mohamad Nur Asyik
|
Kaur TU
|
S1
|
Moh. Sapi’i
|
Kaur Perencanaan
|
SLTA
|
Jika dilihat dari tingkat pendidikanya rata-rata pendidikan perangkat desa yang dimiliki oleh Desa Bukateja adalah SMA Sederajat.Dimana perndidikan tertinggi yaitu Sarjanayang merupakan pendidikan dari Badan Permusyawaratan Desa dan paling rendah di tingkat SMA Sederajat yaitu sebagian dari Aparat Desa. Kondisi ini menandakan bahwa tingkat pendidikan aparat di Desa Bukateja masih standar. Tingkat pendidikan sangat mempengaruhi kualitas aparat didalam sistem pemerintahan desa sebab banyak hal yang perlu di atur dalam mengurusi masyarakat yang jumlahnya cukup banyak seperti di Desa Bukateja ini. Namun pendidikan juga tidak semata – mata menajadi tolak ukur yang bisa membuat pemerintahan desa menjadi baik akan tetapi perlu dikombinasikan dengan pengalaman bermasyarakat sehingga apa saja kebijakan yang dikeluarkan bisa diterima oleh masyarakat.
2. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga desa sebagai perwujuduan demokrasi dalam penyelenggaraan permerintahan. Status kewenangan BPD pada tingakat desa diibaratkan sebagai lemabaga parlement desa. Fungsi utama BPD pada tingkat desa yaitu menuyalurkan aspirasi, merencanakan APBD, dan mengawasi pemerintahan desa. Sementara wewenang BPD yaitu membahas rancangan peraturan desa bersama Lurah Desa, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Desa, membentuk panitia pemilihan Lurah Desa, serta menggali, menampung, menghimpun, dan merumuskan aspirasi masyarakat.
Anggota BPD di Desa Bukateja merupakan perwakilan dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan secara musyawarah dan mufakat. terdiri dari 5 orang diantaranya ketua, sekretaris, bendahara dan anggota. Kesemua anggota BPD tersebut berasal dari kalangan warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh masyarakat lainya. Masa jabatan anggota BPD di Desa Bukateja yaitu selama 6 tahun dan dapat di angkat/ diusulkan kembali untuk 3 kali masa jabatan berikutnya. Peraturan mengenai anggota BPD diatur menyeluruh dalam ketentuan Undang – undang dasar pasal 56.
3. Tingkat Partisipasi Politik
Tingkat partisipasi politik dapat dilihat dari jumlah keikutsertaan warga masyarakat dalam kegiatan politik. Partisipasi politik dapat digunakan untuk melihat peran masyarakat dalam menentukan keberlanjutan kegiatan politik pemerintahan di wilayahnya. Tingkat partisipasi di Desa Bukateja cenderung memiliki nilai sempurna karena semua masyarakat yang memiliki hak pilih semuanya menggunakan hak pilihnya pada gubernur pada pemilihan periode lalu. Jika dilihat pada data jumlah pemilih dan keikutsertaan masyarakat Desa Bukateja dalam kegiatan pemilu. Berdasarkan data dapat diketahui bahwa jumlah pemilih tetap di Desa Bukateja sebanyak 2.232 orang. Dari data ini dapat dijelaskan bawah partisipasi politik masyarakat di desa ini tergolong tinggi sebab semua masyarakat sangat antusias dalam pemilihan. Kesadaran politik penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka lebih paham tentang perkembangan politik yang ada didaerah.
4. Ekonomi
Pengembangan lembaga Ekonomi pedesaan didirikan dengan tujuan adalah untuk meningkatkan usaha ekonimi masyarakat, pengembangan lembaga ekonomi Desa dan pemberdayaan masyarakat miskin. Lembaga ekonomi memiliki peran dalam mendukung kegiatan perekonomian dalam suatu wilayah. di Desa Bukateja terdapat satu lembaga ekonomi yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Selain itu didesa ini juga memiliki beberapa usaha kecil ini seperti usaha jasa angkutan dan usaha jasa penjualan air mineral (air galon aqua). Adapun secara lebih rinci yang merupakan pendukung aspek ekonomi yang terdapat di Desa Bukateja tersaji dalam tabel berikut:
a. Lembaga Ekonomi, dan Unit Usaha Desa/ Kelurahan
Caption
Jenis Lembaga Ekonomi
|
Jumlah
/Unit
|
Jumlah Kegiatan
|
Jumlah pengurus dan Anggota
|
1. Koperasi Unit Desa
|
-
|
-
|
-
|
2. Koperasi Simpan Pinjam
|
-
|
-
|
-
|
3. Kelompok Simpan Pinjam
|
-
|
-
|
-
|
4. Bumdesa
|
1
|
3
|
3
|
5.
|
|
|
|
6.
|
|
|
|
Jumlah
|
1
|
3
|
3
|
b.Jasa Lembaga Keuangan
Caption
Jenis Lembaga Keuangan
|
Jumlah
/Unit
|
Jumlah Kegiatan
|
Jumlah pengurus dan Anggota
|
1. Jasa Asuransi
|
-
|
-
|
-
|
2. Lembaga Keuangan Non Bank
|
-
|
-
|
-
|
3. Bank Perkreditan Rakyat
|
-
|
-
|
-
|
4. Pegadaian
|
-
|
-
|
-
|
5. Bank Pemerintah
|
-
|
-
|
-
|
6.
|
|
|
|
Jumlah
|
-
|
-
|
-
|
c. Industri Kecil dan Menengah
Caption
Jenis Industri
|
Jumlah
/Unit
|
Jumlah Kegiatan
|
Jumlah
pengurus dan
Anggota
|
1. Industri makanan
|
-
|
-
|
-
|
2. Industri Alat rumah tangga
|
-
|
-
|
-
|
3. Industri Material Bahan Bangunan
|
-
|
-
|
-
|
4. Industri Alat Pertanian
|
-
|
-
|
-
|
5. Industri Kerajinan
|
-
|
-
|
-
|
6. Rumah makan dan restoran
|
-
|
-
|
-
|
7.
|
|
|
|
Jumlah
|
-
|
-
|
-
|
d. Usaha Jasa Pengangkutan
Caption
Jenis Jasa
|
Jumlah
|
Jumlah
|
Kapasitas
|
Tenaga
|
|
|
(Unit)
|
Pemilik (Orang)
|
(Orang)
|
Kerja (Orang)
|
Angkutan Darat
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Mini Bus (Angkutan Kota/Desa)
|
1
|
1
|
12
|
1
|
Bus Sedang
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Bus Besar
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Angkutan Sungai
|
|
|
|
|
Perahu Motor/Klotok atau sejenisnya
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Jet boat
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
|
|
|
Angkutan Laut
|
|
|
|
|
Jet boat
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Ferry/Kapal penumpang
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Jet Foil
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
|
|
|
Angkutan Udara
|
|
|
|
|
Pesawat Ringan
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Helikopter
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Ekspedisi Dan Pengiriman
|
|
|
|
|
Truk Terbuka
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Truk Tertutup (Box)
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Mobil Pick Up Terbuka
|
7
|
7
|
12
|
7
|
Mobil Pick Up Tertutup (Box)
|
-
|
-
|
-
|
-
|
e. Usaha Jasa dan Perdagangan
Caption
Jenis Usaha
|
Jumlah (Unit)
|
Jenis produk yang diperda- gangkan
(Jenis)
|
Jumlah Tenaga Kerja yang terserap
(Orang)
|
Pasar Hasil Bumi/Tradisonal/ Harian
|
-
|
-
|
-
|
Pasar Mingguan
|
-
|
-
|
-
|
Pasar Bulanan
|
-
|
-
|
-
|
Pasar Kaget/Pasar Khusus (mis. Psr Ternak, dll)
|
-
|
-
|
-
|
Jumlah Usaha Toko/Kios
|
13
|
10
|
1
|
Swalayan
|
-
|
-
|
-
|
Warung Serba Ada
|
-
|
-
|
-
|
Toko Kelontong
|
20
|
30
|
20
|
Usaha Peternakan
|
15
|
2
|
27
|
Usaha Perikanan
|
-
|
-
|
-
|
Usaha Perkebunan
|
17
|
4
|
35
|
Usaha Minuman (kemasan, dll)
|
-
|
-
|
-
|
Industri Farmasi
|
-
|
-
|
-
|
Industri Caroseri/cat mobil
|
-
|
-
|
-
|
Industri Penyamakan Kulit
|
-
|
-
|
-
|
Penitipan Kendaraan Bermotor
|
-
|
-
|
-
|
Industri Perakitan Elektronik
|
-
|
-
|
-
|
Pengolahan Kayu
|
-
|
-
|
-
|
|
|
|
|
|
|
|
|
f. Usaha Jasa Hiburan
Caption
Jenis Usaha
|
Jumlah (Unit)
|
Jenis produk yang diperda- gangkan (Jenis)
|
Jumlah Tenaga Kerja yang terserap (Orang)
|
1. Bioskop
|
-
|
-
|
-
|
2. Film Keliling
|
-
|
-
|
-
|
3. Sandiwara/Drama
|
-
|
-
|
-
|
4. Group Lawak
|
-
|
-
|
-
|
5. Sirkus Keliling/Topeng monyet/Ondel-
ondel, dll
|
-
|
-
|
-
|
6. Wayang Orang/Wayang Golek
|
-
|
-
|
-
|
7. Group Musik/Band
|
2
|
1
|
15
|
8. Group Vokal/Paduan Suara
|
-
|
-
|
-
|
9.
|
|
|
|
g. Usaha Jasa Gas, Listrik, BBM Dan Air
Caption
Jenis Usaha
|
Jumlah (Unit)
|
Jenis produk yang diperda- gangkan (Jenis)
|
Jumlah Tenaga Kerja yang terserap (Orang)
|
1. Usaha Penyewaan Tenaga Listrik
|
-
|
-
|
-
|
2. SPBU
|
-
|
-
|
-
|
3. Pangkalan Minyak Tanah
|
-
|
-
|
-
|
4. Pengecer Gas dan Bahan Bakar
Minyak
|
2
|
1
|
4
|
5. Usaha air minum kemasan/isi ulang
|
1
|
1
|
1
|
h. Usaha Jasa Keterampilan
Caption
Jenis Usaha
|
Jumlah (Orang)
|
Jenis produk yang diperda- gangkan (Jenis)
|
Jumlah Tenaga Kerja yang terserap (Orang)
|
1. Tukang Kayu
|
18
|
Jasa
|
0
|
2. Tukang Batu
|
35
|
-
|
35
|
3. Tukang Jahit/Bordir
|
5
|
Produk
|
1
|
4. Tukang Cukur
|
1
|
-
|
2
|
5. Tukang Service Elektronik
|
3
|
Jasa
|
3
|
6. Tukang Besi
|
1
|
Jasa dan Produk
|
1
|
7. Tukang Gali Sumur
|
2
|
-
|
4
|
8. Tukang Pijat/ Urut/Pengobatan
|
4
|
1
|
4
|
9.
|
|
|
|
5. Lembaga Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu sektor esensial yang perlu dikembangkan dan menjadi perhatian penting bagi penentu kebijakan. Pendidikan memiliki peran dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di suatu wilayah. indikator kualitas pendidikan salah satunya lembaga pendidikan yang memegang perang dalam memajukan kualitas pendidikan pada suatu wilayah. lembaga pendidikan merupakan sebuah institusi pendidikan yang merupakan pendidikan formal mulai dari jenjang pra- sekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi, baik yang bersifat umum maupun khusus (misalnya sekolah agama atau sekolah non agama). Lembaga pendidikan juga merupakan sebuah institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi lanjutan setelah lemabaga keluarga. Adapun jumlah lembaga pendidikan di Desa Bukateja dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
a. Pendidikan Formal
Caption
Nama
|
Terakre ditasi
|
Terdaf tar
|
Kepemilikan
|
Jumlah Tenaga Pengajar
|
Jumlah siswa/ Mahasis wa
|
Peme- rintah
|
Swasta
|
Desa
/Kelu- rahan
|
1. Play Group
|
-
|
1
|
-
|
|
-
|
6
|
78
|
2. TK
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3. SD/sederajat
|
2
|
2
|
2
|
-
|
-
|
8
|
250
|
4. SMP/sederajat
|
1
|
-
|
-
|
1
|
-
|
18
|
105
|
5. SMA/sederajat
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6. PTN
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
7. PTS
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
8. SLB
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
9.
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
|
|
|
|
|
|
|
b. Pendidikan Formal Keagamaan
Caption
Nama
|
Terakred itasi
|
Terdaftar
|
Kepemilikan
|
Jumlah Tenaga Pengajar
|
Jumlah siswa/ Mahasis wa
|
Peme- rintah
|
Swasta
|
Dll
|
Sekolah Islam
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Raudhatul Athfal
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2. Ibtidayah
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3. Tsanawiyah
|
-
|
v
|
-
|
v
|
-
|
18
|
91
|
4. Aliyah
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5. Ponpes
|
-
|
v
|
-
|
-
|
-
|
7
|
35
|
6. Perguruan Tinggi
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
7.
|
|
|
|
|
|
|
|
8.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sekolah Katholik
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Seminari
Menengah
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2. Seminari tinggi
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3. Biara
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4. TK/SD
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5. SMP
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6. SMA
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
7. Perguruan Tinggi
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
8. Kursus
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sekolah Budha
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
Sekolah Protestan
|
|
|
|
|
|
|
|
1. TK/SD
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2. SMP
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3. SMA
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4. Perguruan Tinggi
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5. Kursus
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6.
|
|
|
|
|
|
|
|
Sekolah Hindu
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sekolah
Konghucu
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3.
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
c. Pendidikan Non Formal/Kursus
Caption
Nama
|
Terakreditasi
|
Terdaftar
|
Kepemilikan (pemerintah, yayasan,dll)
|
Jumlah Tenaga Pengajar
|
Jumlah siswa/ Mahasiswa
|
1. Komputer
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2. Seni Musik
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3. Montir
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4. Menjahit
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5. Drafter
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6. Bahasa
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
7. Mesin
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
8. Satpam
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
9. Beladiri
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
10. Mengemudi
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
11. Kecantikan
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
12.
|
|
|
|
|
|
13.
|
|
|
|
|
|
6. Lembaga Adat
Desa Bukateja termasuk dalam salah satu desa yang masih mempertahankan beberapa ada istiadat dari nenek moyang. Beberapa masih dapat ditemukan lembaga muysawarah adat yang bertugas untuk mengawal kegiatan adat yang masih dilaksanakan di desa ini. Beberapa kegiatan adat yang masih dipegang dan dijalankan di Desa Bukateja seperti kegiatan adat dalam perkawinan, memperingati hari kelahiran, memperingati kematian sesesorang dan kegiatan adat dalam kegiatan bercocok tanam. Beberapa kegiatan seperti perkawinan, kelahiran, dan kematian biasanya dilaksanakan pada tingkat individu. Kegiatan adat dalam perkawinan, kelahiran, dan kematian dilaksanakan tanpa adanya tuntutan dari lembaga adat dan dilaksanakan semata-mata untuk melestarikan kebudayaan setempat. Kegiatan adat lain yang masih dijalankan pada cakupan lebih luas pada tingkat desa seperti upacara peringatan hari-hari besar islam, seperti peringatan 1 Muharam, kelahiran Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj 27 Rajab dll.
7.Lembaga Keamanan
Lembaga Keamanan yang terdapat di Desa Bukateja tersebar secara merata pada setiap dusun diwilayah desa ini. Lembaga keamanan yang terdapat di Desa Bukateja terdiri dari Linmas, dan Babinkamtibmas/POLRI. Jumlah Anggota Linmas adalah sebanyak 6 orang. Peran Hansip dan Linmas pada tingkat dusun dalam menjaga keamanan dan ketertiban juga dibantu oleh 1 orang Babin kamtibmas dari POLRI dan TNI. Selain terdapat lembaga keamanan warga masyarakat Desa Bukateja juga ikut berperan aktif menjaga ketertiban dan keamanan desa dalam bentuk kegiatan ronda atau SISKAMLING. Kegiatan ronda selalu dilaksanakan pada tiap-tiap dusun sampai pada tingkat RT dengan cara bergiliran antar warga masyarakat. Kondisi lembaga keamanan ini bergkorelasi positif dengan kondisi keamanan di Desa Bukateja. berdasarkan data perkembangan tahun 2023 terhitung hanya terjadi beberapa kasus ataupun konflik yang melibatkan masyarakat namun bisa diselesaikan ditingkat masyarakat dengan cara musyawarah mufakat.